Jumat, 08 Mei 2015

Para Tokoh kita (untuk Pemuda Nias)


Ya'ahowu Talifuso,

berikut adalah para tokoh nias yang tersohor seantero nusantara bahkan mendunia mulai dari awal pasca kemerdekaan hingga sekarang...




Tokoh-Tokoh Populer Suku Nias :


01. PR. Telaumbanua, Gubernur Sumatera Utara 1965-1967, Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia/DPRD)Kabupaten Nias tahun 1945, Bupati Kabupaten Dati II Nias 1945-1954, Residen Sumatera Timur 1960-1963, Walikota Medan 1963-1965, dan Anggota DPR-RI hasil Pemilu tahun 1971. Lahir di Gunungsitoli/Nias, 30 September 1919.



02. Drs.Pieter Taruyu Vau, Duta Besar Indonesia untuk Brasil dan Bolivia 2002-2005.



03. DR. Hekinus Manao direktur Eksekutif Bank Dunia 1 November 2010 s/d sekarang, Lahir di Nias 14 Juli 1956, Hekinus mewakili 11 negara anggota Bank Dunia yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam. Hekinus Manao mengawali karirnya sebagai seorang Akuntan. Ia memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan untuk bidang Manajemen dari Universitas Indonesia. Pada 1995, Hekinus meraih gelar Doktor bidang Administrasi Bisnis dari Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat.



04. DR.Yasonna H. Laoli SH, Anggota DPR/ MPR RI 2004-2009 dan 2009 -2014, Wakil Sekretaris Fraksi PDIP di MPR RI. Terpilihnya Ir. Jokowi dan Jk di Pemilihan Umum 2014 mengumumkan menteri baru dan mempercayakan posisi Menteri Hukum dan HAM kepada DR. Yasonna H. Laoli, SH.


Mayor Jendral Drs.Christian Zebua MM Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (2009-2011) dan Tenaga Ahli Pengajar Bidang Padnas Lemhanas RI.Dan saat ini dipercaya sebagai Pangdam XVII Cendrawasih di Papua.



05. Prof.DR.Taliziduhu Ndraha Guru Besar Institut Ilmu Pemerintahan IIP, Jakarta dan Pengelola Program S3 Ilmu Pemerintahan Unpad-IIP, Lahir di Nias, 18 Mei 1935, menamatkan pendidikan S1-nya di Fakultas Ketatanegaraan dan Katataniagaan (FKK) Universitas Brawijaya (Unbraw), Malang (1969).



06. Prof. Suahasil Nazara SE, MSc, PhD Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Lahir di Jakarta, 23 November 1970.Doktor lulusan Universty Illinois dan Cornell university ini mengkhususkan bidang ilmunya di Regional Development, 2015 menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan hingga sekarang.



07. Dr.Ir.Yuskar Lase DEA, Pakar struktur bangunan tahan gempa dari Universitas Indonesia. Lahir di Nias 08 Januari 1961.



08. Andrias Harefa Memulai kariernya sebagai writerpreneur (1988-1990), lelaki keturunan Nias yang lahir di Curup, Bengkulu,6 September 1964 ini kemudian menjadi professional trainer berlisensi Dale Carnegie Training (1990-1998). Selepas itu ia mendedikasikan hidupnya untuk apa yang disebutnya sebagai VISI INDONESIA 2045: Indonesia menjadi salah satu dari lima negara paling maju di dunia di tahun 2045.



09. Prof.Dr.Ir.Arwin Sabar MSc. DEA Lahir di Nias 14 Maret 1952 Guru Besar Teknik Lingkungan ITB.



10. DR. Edison Hulu SE.ME Lahir di Nias 15 Agustus 1959 Chief economist Indonesian Exchange/ Kepala Ekonomi Bursa Efek Jakarta sampai dengan sekarang dan juga sebagai Tim Ahli Asistensi Menteri Keuangan RI bidang Hubungan Keuangan Internasional (2007-sekarang). Pengetahuan dan pengalamannya akan dunia pembangunan, ekonomi, industri, manajemen, keuangan, investasi, perdagangan, matematika, dan pentingnya metodelogi ia tuangkan dalam karya tulis. Jumlahnya mencapai 47 karya, 20 di antaranya berbahasa Inggris.Sebagian besar ditulis dalam jurnal, dan diterbitkan oleh universitas ternama, semisal: Financial Management Association International, University of South Florida, USA, dan Regional Economics Application Laboratory, University of Illinois, USA.



11. Firman Jaya Daely SH,MH Ketua Dewan Pimpinan Pusat/DPP PDIP bidang Hukum dan Hak Azasi Manusia(2004-2009), dan juga anggota DPR/MPR RI (1999-2004).



12. Prof. Dr. Fakhili Gulo Guru Besar Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP)Universitas Sriwiajaya. Lahir Fadorobahili/NIAS 9 Desember 1964,menamatkan sekolah menengah atas di SMA Negeri Sirombu, Bachelor of Arts in Education bidang Chemistry and Education di Universitas Negeri Medan. Kemudian, melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada untuk program Master of Science bidang Kimia.Gelar Doktor bidang Teknik Material diraihnya di Université de Rennes Prancis. Selanjutnya, menempuh dua pendidikan post doctorate di Max Planck Institute for Solid State Research, Solid State University dan di Iowa State University, Amerika.





berharap pencapaian diatas yang telah didahului oleh orang tua kita, menjadi pembakar semangat kita para Genererasi Penerus untuk bangkit unjuk gigi bahwa kitapun mampu dan bisa karena kita Ononiha Tola !


Minggu, 26 April 2015

Kasus Pembunuhan di Kecamatan Moro'o Kabupaten Nias Barat



Gambar Korban di TKP

Sekembalinya dari pulau nias pada tanggal 16 April 2015
Jivil Kurniawan Waruwu, teman se kost saya di sebuah gang di simpang Pembda Medan.
bercerita kepada kami tentang musibah yang telah menimpa keluarganya. Dimana sebelumnya pada tanggal 04 April 2015
Jivil dari medan terbang ke Nias lantaran ayahnya dikabarkan telah hilang sejak tanggal 02 April 2015.
Sesampainya di Nias pada tanggal 4 April Jam 11.00 WIB, tepatnya di desa Onolozalukhu You Kecamatan Moro’o Kabupaten Nias Barat.
Pihak keluarga dan masyarakat sekitar sedang melangsungkan pencarian sang ayah.
Hingga pada pukul 17.00 WIB Sang ayah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan keadaan mengenaskan dan tak berperikemanusiaan bersama dengan 8 tusukan dibagian dada dan 3 tusukan dibagian punggung, terlebih dibagian kepala korban ditemukan tanpa kulit lagi lantaran telah telah terkupas oleh kebiadaban serta organ lain korban yang melekat dibagian kepala tidak ditemukan lagi (hilang) mulai dari rahang bawah, lidah, hidung, telinga hingga mata dicongkel tak melekat lagi ditubuh korban.
Lengan kiri korban pun patah dihabisi pelaku yang sungguh tak berperasaan.
Sungguh sangat menyakitkan dan menyesakkan dada.

Lokasi di temukan sang ayah sekitar 1,5 kilometer berjarak dari rumah korban, disekitar ladang warga Desa Hilisoromi Kecamatan Moro’o Kabupaten Nias Barat.
Semenjak hilang dan telah dilaporkan kepada aparat kepolisian Republik Indonesia, yakni Polsek Mandrehe Kabupaten Nias Barat, tak satupun oknum aparat merespon untuk terjun ke lokasi dan membantu proses pencarian, hingga korban yang berprofesi sebagai PNS di lingkup cabang dinas pendidikan kecamatan moro'o tersebut akhirnya ditemukan di TKP dengan kondisi sangat memprihatinkan, setelah korban telah ditemukan oleh keluarga dan masyarakat, keluarga langsung menghubungi kembali Aparat Kepolisian dari Polsek Mandrehe melalui telfon akhirnya 3 orang anggota polisi dari Polsek Mandrehe mendatangi lokasi kejadian.
sesampainya Polisi dari polsek mandrehe di TKP, korban sedang di bersihkan dan persiapkan untuk diangkat guna melaksakan proses penguburan korban yang 2 hari menghilang tersebut..
Tak lama berselang akhirnya Pihak kepolisian dari Polsek pamit hendak pulang, tapi sebelumnya oknum dari mereka mendatangi anggota keluarga korban, melalui adik korban untuk meminta uang minyak kepada keluarga korban.
Dengan terpaksa keluarga memenuhi tuntutan tersebut sebagaimana lumrah terjadi di negeri ini.
haruskah masyarakat/keluarga korban membayar kepolisian untuk mendapat layananan, dan perlindungan dari pihak kepolisian ?
Sungguh ironis penegakkan hukum di Pulau Nias.
Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, polisi berpesan dan meminta kepada keluarga korban untuk menyerahkan nama-nama orang yang mereka curigai sebagai pelaku tindakan keji tersebut. Dengan semangat keluarga korban melaksanakan permintaan tersebut, hingga pihak Kepolisian memanggil beberapa nama tersebut dan prosesnya bias sampai disitu saja.

Hari senin tanggal 6 April pihak kepolisian kembali mendatangi kelurga korban, atas permintaan dari keluarga korban, untuk memberi petunjuk-petunjuk kepada pihak kepolisian namun sayang tak ada perkembangan yang melegakan akibat pertemuan ini.
Pamit pulang, pihak kepolisian kembali meminta uang tranport kepada keluarga korban seperti biasanya 'transaksi' kembali terjadi.
Peristiwa ini seakan membuat  kepolisian adalah lembaga bayaran yang hanya siap bekerja dan membantu masyarakat jika uang aktif disetor
Sungguh kami merasakan ketidakadilan disini, kami menduga ada pembiaran dalam kasus ini. Kami menginginkan kinerja polisi yang optimal, penegakan dan supremasi hukum yang adil, mengapa di wilayah lain polisi terlihat bersemangat dan mampu memecahkan kasus semacam ini??
Sangat ironis dan mengecewakan, sikap polisi semacam ini adalah cerminan lemahnya kinerja kepolisian Nias khususnya polsek yang menangani kasus ini, atau karena konon kabarnya polisi yang bertugas disana adalah (Maaf) polisi buangan dari instansi lain?
terbesik juga dugaan rendahnya pelayanan dan kinerja polisi dalam kasus ini adalah karena minimnya uang yang disetor ke mereka.

Tulisan ini adalah luapan kekecewaan kami kepada pihak kepolisian yang kurang menanggapi kasus ini secara serius dan profesional sebagaimana tugas Kepolisian.
dan begitu teganya membiarkan pembunuh berdarah dingin yang tak punya hati nurani dan begitu sadis tersebut terus berkeliaran.
betapa gelisah dan sakitnya hati keluarga korban melihat kasus ini terabaikan begitu saja.
Penulis adalah teman anak korban dan sekaligus pemuda nias yang merasakan hawa dan suasana penegakan hukum di pelosok kepulauan nias yang terkesan buruk dan jauh dari harapan
Hingga pada tanggal 26 april 2015 saat tulisan ini kami tulis dan posting, tidak ada laporan dari pihak kepolisian tentang perkembangan kasus ini kepada keluarga korban.