![]() |
| Gambar Korban di TKP |
Sekembalinya
dari pulau nias pada tanggal 16 April 2015
Jivil
Kurniawan Waruwu, teman se kost saya di sebuah gang di simpang Pembda Medan.
bercerita kepada kami tentang musibah yang telah menimpa keluarganya. Dimana sebelumnya pada tanggal 04 April 2015
bercerita kepada kami tentang musibah yang telah menimpa keluarganya. Dimana sebelumnya pada tanggal 04 April 2015
Jivil dari
medan terbang ke Nias lantaran ayahnya dikabarkan telah hilang sejak tanggal 02
April 2015.
Sesampainya
di Nias pada tanggal 4 April Jam 11.00 WIB, tepatnya di desa Onolozalukhu You
Kecamatan Moro’o Kabupaten Nias Barat.
Pihak
keluarga dan masyarakat sekitar sedang melangsungkan pencarian sang ayah.
Hingga
pada pukul 17.00 WIB Sang ayah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan
keadaan mengenaskan dan tak berperikemanusiaan bersama dengan 8 tusukan
dibagian dada dan 3 tusukan dibagian punggung, terlebih dibagian kepala korban ditemukan
tanpa kulit lagi lantaran telah telah terkupas oleh kebiadaban serta organ lain
korban yang melekat dibagian kepala tidak ditemukan lagi (hilang) mulai dari
rahang bawah, lidah, hidung, telinga hingga mata dicongkel tak melekat lagi
ditubuh korban.
Lengan
kiri korban pun patah dihabisi pelaku yang sungguh tak berperasaan.
Sungguh sangat
menyakitkan dan menyesakkan dada.
Lokasi di
temukan sang ayah sekitar 1,5 kilometer berjarak dari rumah korban, disekitar
ladang warga Desa Hilisoromi Kecamatan Moro’o Kabupaten Nias Barat.
Semenjak
hilang dan telah dilaporkan kepada aparat kepolisian Republik Indonesia, yakni
Polsek Mandrehe Kabupaten Nias Barat, tak satupun oknum aparat merespon untuk
terjun ke lokasi dan membantu proses pencarian, hingga korban yang berprofesi
sebagai PNS di lingkup cabang dinas pendidikan kecamatan moro'o tersebut
akhirnya ditemukan di TKP dengan kondisi sangat memprihatinkan, setelah korban
telah ditemukan oleh keluarga dan masyarakat, keluarga langsung menghubungi kembali
Aparat Kepolisian dari Polsek Mandrehe melalui telfon akhirnya 3 orang anggota polisi
dari Polsek Mandrehe mendatangi lokasi kejadian.
sesampainya Polisi dari polsek mandrehe di TKP, korban sedang di bersihkan dan persiapkan untuk diangkat guna melaksakan proses penguburan korban yang 2 hari menghilang
tersebut..
Tak lama
berselang akhirnya Pihak kepolisian dari Polsek pamit hendak pulang, tapi sebelumnya oknum dari mereka mendatangi anggota
keluarga korban, melalui adik korban untuk meminta uang minyak kepada
keluarga korban.
Dengan
terpaksa keluarga memenuhi tuntutan tersebut sebagaimana lumrah terjadi di
negeri ini.
haruskah masyarakat/keluarga korban membayar kepolisian untuk mendapat layananan, dan perlindungan dari pihak kepolisian ?
Sungguh ironis penegakkan hukum di Pulau Nias.
haruskah masyarakat/keluarga korban membayar kepolisian untuk mendapat layananan, dan perlindungan dari pihak kepolisian ?
Sungguh ironis penegakkan hukum di Pulau Nias.
Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, polisi
berpesan dan meminta kepada keluarga korban untuk menyerahkan nama-nama orang
yang mereka curigai sebagai pelaku tindakan keji tersebut. Dengan semangat keluarga
korban melaksanakan permintaan tersebut, hingga pihak Kepolisian memanggil
beberapa nama tersebut dan prosesnya bias sampai disitu saja.
Hari senin
tanggal 6 April pihak kepolisian kembali mendatangi kelurga korban, atas
permintaan dari keluarga korban, untuk memberi petunjuk-petunjuk kepada pihak kepolisian namun sayang tak ada perkembangan yang melegakan akibat pertemuan ini.
Pamit pulang, pihak kepolisian kembali meminta uang tranport kepada keluarga korban seperti biasanya 'transaksi' kembali terjadi.
Pamit pulang, pihak kepolisian kembali meminta uang tranport kepada keluarga korban seperti biasanya 'transaksi' kembali terjadi.
Peristiwa
ini seakan membuat kepolisian adalah lembaga bayaran yang hanya siap
bekerja dan membantu masyarakat jika uang aktif disetor
Sungguh
kami merasakan ketidakadilan disini, kami menduga ada pembiaran dalam kasus ini.
Kami menginginkan kinerja polisi yang optimal, penegakan dan supremasi hukum
yang adil, mengapa di wilayah lain polisi terlihat bersemangat dan mampu memecahkan kasus semacam ini??
Sangat
ironis dan mengecewakan, sikap polisi semacam ini adalah cerminan lemahnya kinerja
kepolisian Nias khususnya polsek yang menangani kasus ini, atau karena konon
kabarnya polisi yang bertugas disana adalah (Maaf) polisi buangan dari instansi
lain?
terbesik juga dugaan rendahnya pelayanan dan kinerja polisi dalam kasus ini adalah
karena minimnya uang yang disetor ke mereka.
Tulisan
ini adalah luapan kekecewaan kami kepada pihak kepolisian yang kurang
menanggapi kasus ini secara serius dan profesional sebagaimana tugas
Kepolisian.
dan begitu
teganya membiarkan pembunuh berdarah dingin yang tak punya hati nurani
dan begitu sadis tersebut terus berkeliaran.
betapa gelisah dan sakitnya hati keluarga korban melihat kasus ini terabaikan begitu saja.
betapa gelisah dan sakitnya hati keluarga korban melihat kasus ini terabaikan begitu saja.
Penulis
adalah teman anak korban dan sekaligus pemuda nias yang merasakan hawa dan
suasana penegakan hukum di pelosok kepulauan nias yang terkesan buruk dan jauh
dari harapan
Hingga
pada tanggal 26 april 2015 saat tulisan ini kami tulis dan posting, tidak ada
laporan dari pihak kepolisian tentang perkembangan kasus ini kepada keluarga
korban.

3 komentar :
www.wenes-gulo.ga
Sungguh memprihatinkan penegakkan, dan pelayanan hukum di pulau Nias, khususnya Nias Barat
.
kasihan,,,
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar dan berpendapat,
*Ingat Berkomentarlah dengan bijak
terimakasih, Ya'ahowu !